Makanan ini pertama kali diperkenalkan pada masa kolonial Belanda dengan nama spekkoek.
Kue ini kemudian mendapat pengaruh dari masyarakat lokal, berupa penambahan rempah-rempah, seperti kayu manis, cengkih, bunga pala, kapulaga, dan adas manis. Selain itu, ditambahkan pula kuning telur, terigu, gula, dan mentega. Salah satu hal yang unik dari pembuatan kue ini adalah jumlah telur yang digunakan mencapai 30 hingga 40 butir dalam sekali adonan.
Lambat laun, kue ini dikmenal dengan nama lapis legit karena lapisannya yang banyak dan rasanya yang manis. Lapisan lapis legit biasanya berkisar 18 hingga 23 lapis.

Komentar
Posting Komentar